IMPLEMENTATION OF FSMS BASED ON ISO 22000:2005 IN CONJUCTION WITH ISO 9000 (Jakarta, Week 7-8 Oktober 2010 2010)

August 28, 2010 by marketing  
Filed under TRAINING ISO, TRAINING ISO 22000

Food Safety Management System  (FSMS) berkembang cukup pesat, dimana dimulai dari munculnya HACCP (Hazard Analysis Critical Control Ponit)  dan pada bulan oktober 2005  ISO (International Organitation for Standaritation) menerbitkan standar sistem manajemen kemananan pangan ISO 22000.

FSMS ISO 22000 dapat  diterapkan untuk seluruh rantai penyediaan makanan mulai dari primary producer sampai final consumer termasuk pendukungnya seperti feed manufacturer,packaging material, produsen bahan sanitasi, catering/restaurant dan lain lain. Distributor dan retailers,

Tujuan dari penerapan FSMS ISO 22000 adalah untuk menjamin produk aman di konsumsi oleh manusia serta memenuhi peraturan /perundang-undangan.

Manfaat yang diperoleh:

  • Memahami konsep manajemen keamanan pangan  mengacu pada ISO 22000
  • Mengetahui keterkaitan ISO 22000 dengan ISO 9001
  • Mampu mengembangkan dan menerapkan sistem management keamanan pangan

Pokok Bahasan:

  1. Konsep  dan aspek Higene  dan Sanitasi
  2. Metode hygiene dan sanitasi
  3. Penyusunan program dan penerapan
  4. Teknik monitoring dan evaluasi
  5. Peningkatan efektiftas Program

Metode Pelatihan:

Penjelasan konsep, Diskusi, dan latihan

Peserta yang perlu hadir:

Operation Manager, Area Manager, Supervisor, dan front liner lain yang terlibat  dalam operasional

Waktu Pelaksanaan:

Pelatihan diselengarakan dalam waktu satu (2) hari kerja, tanggal 20-21 Juli 2010

Tempat Pelaksanaan : Estubizi Ged. Setiabudi 2 Kuningan

For Information & Inquiry:

Yudiati (Training Service manager)

E-mail: training@proxsis.com

Mobile: 0857 1174 5475 , 0813 8828 4531

Telp : 021—522 9030/31

Fax   : 021—522 9032

Implementation of Food Safety Management System Based On ISO 22000:2005 in Conjunction With ISO 9000

Food Safety Management System ( FSMS) berkembang pesat, dimana tahun 2005 terbit Standar Internasionalnya ISO 22000.  Dibutuhkan pemahaman yang baik tentang standar ini agar dapat menerapkan  secara efektif dalam suatu organisasi, termasuk juga keterkaitannya dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000.

FSMS bertujuan menjamin produk yang dihasilkan aman untuk di konsumsi dan dapat di terapkan untuk semua organisasi yang ada dalam rantai makanan, mulai dari Primary Producer sampai Final Consumer termasuk pendukungnya seperti; Feed Manufacturer, Packaging Material  dan lain-lain.

Manfaat yang diperoleh:

  • Memahami konsep manajemen keamanan pangan  mengacu pada ISO 22000
  • Mengetahui keterkaitan ISO 22000 dengan ISO 9001
  • Mampu mengembangkan dan menerapkan sistem management keamanan pangan

Management System Performance With Internal Audit Outsourcing

Perusahaan yang telah menerapkan dan sertifikasi management system apakah ISO 9001:2008, ISO 22000, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007, HACCP dan lain-lain kadang kala belum mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  Beberapa faktor  penyebabnya adalah:

  1. Implementasi sistem yang tidak konsisten.
  2. Proses improvement tidak dijalankan
  3. Proses internal audit  yang tidak dijalankan secara efektif dan efisien.

Dari beberapa faktor tersebut, salah satu faktor yang memegang peran yang sangat penting adalah proses Internal Audit dimana dalam pelaksanaanya sering kali dijumpai tidak efektif dan efisein baik karena auditornya kurang kompeten, kurang bersemangat, tidak ada waktu/sibuk dan lain-lain. Akibatnya manajemen tidak memperoleh informasi yang maksimal terkait dengan penerapan system manajemen.

Synergy Management, memberikan solusi untuk membantu pelaksanaan internal audit dengan pendekatan performance (Performance Based Audit) sehingga dapat meningkatkan kinerja/ performance management system  baik itu:

  1. Quality Management System ISO 9001;2008
  2. Food Safety Management System ISO 22000:2005
  3. Environtment Management System ISO 14001:2004
  4. OHSAS 18000:2007
  5. HACCP, GMP
  6. Integrated Management System ( ISO 9001, ISO 14001, OHSAS/ ISO 9001,ISO 22000, ISO 14001/ ISO 9001,HACCP/ISO 9001, ISO 22000/ ISO 9001, GMP )

Kelebihan :

  1. Audit dilakukan oleh auditor yang Kompeten, Independent dan Teregistrasi sebagai Lead Auditor serta multi  kompetensi
  2. Audit dilakukan dengan pendekatan performance (Performance Based Audit) sehingga dapat memberikan masukan ke manajemen yang lebih tajam.
  3. Audit dilakukan tidak hanya untuk mencari kesalahan, namun memberikan solusi-solusi perbaikan
  4. Audit dilakukan lebih objective, professional, detail mencakup keseluruhan proses
  5. Audit dapat dilakukan secara terintegrasi  dengan beberapa manajemen system sehingga efisien

Hygiene Dan Sanitasi Bagi Penjamah Makanan

December 24, 2009 by marketing  
Filed under TRAINING ISO, TRAINING ISO 22000

Hygiene dan sanitasi merupakan fondasi awal bagi industri Catering , Restaurant dan Café untuk menghasilkan produk makanan yang aman di konsumsi. Penerapan hygiene dan sanitasi dilakukan untuk keseluruhan proses pengolahan makanan  baik pada bahan baku yang digunakan, selama proses pengolahan, sampai pada proses penyajian  termasuk didalamnya, karyawan dan  lingkungan proses pengolahan makanan.

Penerapan hygiene dan sanitasi sangat dipengaruhi oleh pemahaman karyawan terkait dengan konsep tersebut sehingga dibutuhkan karyawan yang kompeten dibidang tersebut dengan memberikan pelatihan yang memadai dibidang hygiene dan sanitasi.

Proxsis Food & Hygiene Consultants  menyelengarakan pelatihan Hygiene dan sanitasi sesuai dengan surat keputusan No. 715 /MENKES/SK/V/2003 tentang Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Jasa Boga dan No. 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang persyaratan Hygiene dan Sanitasi Restauran dan Rumah Makan.

Pokok  bahasan :

  • Pemahaman  Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 715/MENKES/SK/V/2003 dan No. 1098/MENKES/SK/VII/2003
  • Penerapan persyaratan Hygiene dan Santasi
  • Cleaning dan Sanitasi
  • Sistem  Keamanan Pangan HACCP
  • Tata cara mendapatkan Sertifikat Layak Hygiene

Effective Pest Control Management in Food Services

Keberadaan serangga/tikus dalam  area produksi  makanan, bahan makanan, dan produk makanan merupakan indikasi  proses yang tidak higienis dan dapat berfungsi sebagai vektor penyakit. Banyak kerugian yang disebabkan karena dijumpainya serangga pada produk makanan seperti keluhan pelanggan, serta  image proses penyiapan makanan yang jorok/tidak higienis.  Pest control dapat dilakukan secara eksternal oleh sub kontraktor, namun hal ini tidak selau efektif dan efisien. Adapun pelaksanaan secara internal diperlukan pengetahuan dan ketrampilan tentang teknik dan metode pest control.

Pokok Bahasan:

  • Jenis dan ekologi serangga dalam industri makanan
  • Teknik dan metode pegendalian hama yang aman
  • Penyusunan program dan penerapan
  • Teknik monitoring dan evaluasi
  • Peningkatan efektiftas Program

Metode Pelatihan:

Penjelasan konsep, diskusi, dan latihan

Peserta yang perlu hadir:

Produktion Manager, Operation Manager, Area Manager, Logistik dan warehouse Manager, GA Manager, Supervisor, dan front liner lain yang terlibat  dalam operasional

Waktu Pelaksanaan:

Pelatihan dilaksanakan dalam waktu satu (1) hari kerja

Total Quality Assurance in Food Services

December 22, 2009 by marketing  
Filed under TRAINING ISO, TRAINING ISO 22000

Mutu merupakan aspek yang sangat penting untuk mencapai kepuasan pelanggan, dan bagi pelanggan merupakan  tujuan nomer “Wahid” (satu). Untuk mencapai mutu yang diharapkan diperlukan kegiatan yang sistematis mulai dari pemahaman persyaratan pelanggan,  disain persyaratan pelanggan menjadi parameter proses dan produk, penentuan sistem mutu dan dokumentasi serta penerapan secara efektif. Industri makanan cepat saji seperti: Restaurant, Catering, Café, dan lain-lain diperlukan sistem mutu yang handal dan efisien sehingga pelanggan dapat berujar  “ SAYA PUAS” pada produk dan pelayanan anda.

Pokok Bahasan:

  1. Mutu dan kepuasan pelanggan
  2. Teknik identifikasi persyaratan pelanggan
  3. Disain proses dan produk
  4. Dokumentasi sistem mutu
  5. Teknik penerapan
  6. Teknik monitoring dan evaluasi
  7. Peningkatan efektiftas Quality Assurance

Metode Pelatihan:

Penjelasan konsep, diskusi, dan latihan

Peserta yang perlu hadir:

Operation Manager, Area Manager, Logistik & warehouse Manager, Supervisor, dan front liner lain yang terlibat  dalam operasional

Waktu Pelaksanaan:

Pelatihan dilaksanakan dalam waktu satu (1) hari kerja

Next Page »