Safe Working at Confined Spaced, Jakarta 27, 28 dan 29 September 2010
August 27, 2010 by marketing
Filed under TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
Safe Working at Confined Space
Salah satu tempat bekerja yang mempunyai risiko tinggi adalah bekerja di Confined Space. Confined Space adalah sebuah ruangan yang tertutup atau sebagian tertutup yang tidak secara khusus dirancang atau ditujukan untuk tempat tinggal manusia.
Memiliki jalan masuk dan jalan keluar terbatas yang dirancang sesuai lokasi, ukuran, dan peralatan tertentu. Banyak kasus terjadi yang disebabkan antara lain karena desain atau konstruksi tempat Confined Space tersebut, material atau zat yang ada di dalamnya hingga adanya bahaya keselamatan, proses dan mekanik. Incident maupun accident yang terjadi misalnya akibat kualitas udara yang buruk, paparan zat kimia, bahaya kebakaran, bahaya radiasi,temperatur ekstrim, bahaya biologik dan sebagainya. Mutlak diperlukan seorang pekerja yang terlatih dan memahami dengan benar potensi dan risiko bahaya yang terjadi hingga dapat melakukan evaluasi dan pengendalian risiko sehingga meminimalisir kemungkinan bahaya yang terjadi.
Relevant to SKKNI Competency OHS :
1. KKK.00.02.018.01
2. KKK.00.02.002.01
3. KKK.00.03.003.01
4. KKK.00.02.013.01
5. KKK.00.02.008.01
6. KKK.00.03.003.01
TUJUAN
1. Peserta mengetahui potensi dan risiko bahaya apa saja yang bisa terjadi di dalam Confined Space
2. Peserta dapt mengidentifikasi jenis-jenis bahaya yang ada dalam confined space (ruangan yang tertutup) dan perbedaannya dengan restrictive space (ruang kerja terbatas)
3. Peserta dapat melakukan tindakan penyelamatan di Confined Space
4. Peserta dapat memahami cara pengendalian bahaya untuk meminimalisir risiko yang ada
POKOK BAHASAN
1. Identifikasi plant facility sesuai dgn karakteristik Confined Space
2. Risiko dalam pengendalin bekerja di Confine Space
3. Permit to work system relevant to Confined Space
4. Isolation procedure relevancy
5. Definisi dan tipe bahaya
6. Impact of chemical airborne to human body; route of entry, exposure standard
7. Gas Testing; Operation of gas detector, precautions in operator.
8. Teknis Keselamatan; hierarchy of control, medical issues
9. Developing Rescue plan
10. Identifying the need of personal protective equipment
WAKTU:
Training dilakukan dalam 3 hari
INVESTASI
3.000.000, sudah termasuk sertifikat, lunch,coffe break,handout dan training kit.
METODE PELATIHAN
Presentasi,Case Study,brainstorming,Practical Exercise,Practical Demonstration including with equipment required.
PESERTA YANG PERLU IKUT :
Supervisor, Head of Division, Personnel in occupation of Safety & Health, Production, Fixed Plant, Maintenance, logistic.
Investasi : Rp 3.000.000,00 /peserta
Informasi lebih lanjut :
Yudiati, Retno dan Mutia di 021.57958105 atau 021.25542717 ext 151
“Basic Offshore Survival Emergency Training – HUET, SEA Survival, Basic Fire Fighting, Basic Life Support / Dasar Teknik Bertahan di Lepas Pantai – HUET, Survival Laut, Dasar Pemadam Kebakaran, Dasar Pendukung Hidup ” (Jakarta, 2-3 Sept, 16-17 Sept, 23-24 sept 2010)
August 26, 2010 by marketing
Filed under HEALTH AND SAFETY, TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
| This course covers the application of skills and knowledge in an emergency in the offshore where survival skills are important to applied. Participants will be introduce to the technique of HUET, SEA Survival, Basic Fire Fighting, Basic Life Support. |
Accident Reporting, Investigation & Analysis, Jakarta 25 26 27 Agustus
August 10, 2010 by marketing
Filed under TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
Tingginya risiko tingkat kecelakaan yang terjadi di beberapa perusahaan membuat banyak perusahaan mengalami kerugian baik dari sisi efisiensi biaya, waktu dan tenaga kerja. Pencegahan atau minimal pengurangan kejadian kecelakaan kerja dapat dicapai salah satunya dengan mencari penyebab dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja. Untuk itu penyelidikan terhadap accident mutlak diperlukan untuk meminimalisir bahkan menjadikan hasil akhir pelaporan menjadi zero accident. Jadi salah satu tujuan dari investigasi dan pelaporan kecelakaan antara lain untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan, mendokumentasikannya dan sekaligus meyarankan tindakan perbaikan agar kejadian tersebut tidak terulang.
Relevant to SKKNI Competency OHS :
- KKK.00.01.002.01
- KKK.00.01.003.01
- KKK.00.02.001.01
- KKK.00.03.002.01
- KKK.00.03.005.01
TUJUAN
- Peserta memahami konsep keselamatan dan dapat melakukan prosedur penanganan accident
- Peserta dapat dengan terampil melakukan langkah-langkah investigasi
- Peserta mampu menganalisa sampai dengan membuat pelaporan kecelakaan
POKOK BAHASAN
- 1. Basic Safety
- 2. Introduction to investigation procedure
- 3. Risk Management
- 4. Effective Interviews
- 5. Event and Cause Analysis
- 6. Documentation and Reporting System
WAKTU:
Training dilakukan dalam 3 hari
INVESTASI
3.000.000, sudah termasuk lunch,coffe break,handout dan training kit.
METODE PELATIHAN
Presentasi,Case Study, Role Play
PESERTA YANG PERLU IKUT :
- HSE Manager, HSE Supervisor, Safety Officer, dan seluruh anggota P2K3
- Praktisi dan Pemerhati K3
Investasi : Rp 3.000.000,00/peserta
termasuk materi, coffe break, lunch dan sertifikat
Hubungi Yudiati : 085711745475
Retno. 02126296238
Mutia.02126722830
atau 021 25542717/57958105
“Systematic Method Managing Hazard / Metode Sistematis Menangani Bahaya” (Jakarta, Week 2 September 2010)
March 3, 2010 by marketing
Filed under HEALTH AND SAFETY, TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
| This course aims to provide participants with the skills and knowledge to develop and manage the coordination and the review of an Occupational Health and Safety (OHS) System that meets the requirements of a specified assessment protocol (i.e AS NZS 4360). It is designed for persons who are involved in the coordination, implementation and measurement of safety and health management in the workplace. |
“Chemical Safety – Knowing What Your Deal With / Keselamatan Bahan Kimia – Ketahui Yang Anda Tangani” (Jakarta, Week 2 Desember 2010)
March 3, 2010 by marketing
Filed under HEALTH AND SAFETY, TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
| It applies the basic concepts for the purpose of developing management systems. The course will focus on the hazardous substances requirements of the Occupational Safety and Health Act and Regulations, Dangerous Goods Regulations and the Mines Safety Inspection Act and Regulations. Participants will be introduce to Global Harmonized System applications |
“Managing Changes – Critical Point of Safety / Menangani Perubahan – Titik Kritis Keselamatan ” (Jakarta, Week 1 September 2010)
March 2, 2010 by marketing
Filed under HEALTH AND SAFETY, TRAINING QHSE DAN LABORATORIUM
| This course will provide corporate executives with the necessary knowledge and skills to successfully manage changes that affecting to safety performance of the organization |



