Overhead Cost Management

Efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan perusahaan merupakan tuntutan mendesak yang mau tidak mau harus segera diupayakan demi meningkatkan daya saing produk dan jasa di pasar global saat ini. Semua langkah-langkah kebijakan dalam pengelolaan perusahaan dengan demikian haruslah mengacu pada tercapainya kinerja keuangan yang lebih baik dari perusahaan itu sendiri.

Perkembangan perusahaan akan senantiasa menuntut perubahan dalam konsep dan metode system akuntansinya. re-engineering overhead cost management ini merupakan suatu penerapan dari system akuntansi modern yang aplikabel untuk merealisasikan tercapainya tingkat efisiensi secara maksimal dalam kegiatan operasional perusahaan yang kian berkembang tersebut.

Tujuan Bahasan :

  • Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai sistem akuntansi modern khususnya Activity Based Costing dan Activity Based Management dan teknik aplikasinya dalam overhead cost management.
  • Membekali peserta dengan tatacara pengelolaan overhead cost yang sesuai dengan kegiatan perusahaannya
  • Penerapan pengetahuan ini akan membantu peningkatan kinerja keuangan perusahaan dan tentunya pula akan meningkatkan kinerja Anda sebagai seorang eksekutif yang produktif

Effective Implementation of Good Manufactoring Practices

GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan persyaratan  dasar bagi industri makanan, kosmetik dan farmasi untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi dan hygienis. Hal ini berlaku bagi industri yang baru mau beroperasi maupun industri yang sudah beroperasi. GMP mengendaliakan mutu dan hygienitas produk melalui pengendalian faktor lingkungan kerja serta proses produksi mencakup:

  • Design dan Lay out pabrik
  • Pemeliharaan dan sanitasi
  • Pengendalian proses produksi
  • Personel Hygiene, Training  dan lain-lain


gmp

Memproduksi produk bermutu tinggi dan hygienis tidak cukup hanya  dengan  kegiatan inpeksi, namun mencakup keseluruhan aktifitas pengendalian.

Yang harus hadir dalam pelatihan:

  • Factory Manager
  • Manager Produksi, QA/QC, R&D, Engineering Maintenance, Warehouse & Logistik, GA, HRD
  • Supervisor Produksi, QA/QC, R&D, Engineering/ Maintenance, Warehouse & Logistik, GA, HRD
  • Siapapun yang akan membangun pabrik makanan, kosmetik, farmasi

Manfaat yang diperoleh:

  • Memahami konsep GMP
  • Mengetahui metode implementasi GMP
  • Mampu mengembangkan SOP/prosedur untuk penerapan GMP
  • Mampu menerapkan GMP secara efektif.

Implementation of Food Safety Management System Based On ISO 22000:2005 in Conjunction With ISO 9000

Food Safety Management System ( FSMS) berkembang pesat, dimana tahun 2005 terbit Standar Internasionalnya ISO 22000.  Dibutuhkan pemahaman yang baik tentang standar ini agar dapat menerapkan  secara efektif dalam suatu organisasi, termasuk juga keterkaitannya dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000.

FSMS bertujuan menjamin produk yang dihasilkan aman untuk di konsumsi dan dapat di terapkan untuk semua organisasi yang ada dalam rantai makanan, mulai dari Primary Producer sampai Final Consumer termasuk pendukungnya seperti; Feed Manufacturer, Packaging Material  dan lain-lain.

Manfaat yang diperoleh:

  • Memahami konsep manajemen keamanan pangan  mengacu pada ISO 22000
  • Mengetahui keterkaitan ISO 22000 dengan ISO 9001
  • Mampu mengembangkan dan menerapkan sistem management keamanan pangan

Management System Performance With Internal Audit Outsourcing

Perusahaan yang telah menerapkan dan sertifikasi management system apakah ISO 9001:2008, ISO 22000, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007, HACCP dan lain-lain kadang kala belum mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  Beberapa faktor  penyebabnya adalah:

  1. Implementasi sistem yang tidak konsisten.
  2. Proses improvement tidak dijalankan
  3. Proses internal audit  yang tidak dijalankan secara efektif dan efisien.

Dari beberapa faktor tersebut, salah satu faktor yang memegang peran yang sangat penting adalah proses Internal Audit dimana dalam pelaksanaanya sering kali dijumpai tidak efektif dan efisein baik karena auditornya kurang kompeten, kurang bersemangat, tidak ada waktu/sibuk dan lain-lain. Akibatnya manajemen tidak memperoleh informasi yang maksimal terkait dengan penerapan system manajemen.

Synergy Management, memberikan solusi untuk membantu pelaksanaan internal audit dengan pendekatan performance (Performance Based Audit) sehingga dapat meningkatkan kinerja/ performance management system  baik itu:

  1. Quality Management System ISO 9001;2008
  2. Food Safety Management System ISO 22000:2005
  3. Environtment Management System ISO 14001:2004
  4. OHSAS 18000:2007
  5. HACCP, GMP
  6. Integrated Management System ( ISO 9001, ISO 14001, OHSAS/ ISO 9001,ISO 22000, ISO 14001/ ISO 9001,HACCP/ISO 9001, ISO 22000/ ISO 9001, GMP )

Kelebihan :

  1. Audit dilakukan oleh auditor yang Kompeten, Independent dan Teregistrasi sebagai Lead Auditor serta multi  kompetensi
  2. Audit dilakukan dengan pendekatan performance (Performance Based Audit) sehingga dapat memberikan masukan ke manajemen yang lebih tajam.
  3. Audit dilakukan tidak hanya untuk mencari kesalahan, namun memberikan solusi-solusi perbaikan
  4. Audit dilakukan lebih objective, professional, detail mencakup keseluruhan proses
  5. Audit dapat dilakukan secara terintegrasi  dengan beberapa manajemen system sehingga efisien

Effective Customer Complain Handling

December 25, 2009 by marketing  
Filed under TRAINING ISO

Keluhan pelanggan merupakan salah bentuk ketidakpuasan pelanggan yang mesti ditanggapi dengan bijaksana dan arif karena pelanggan berhak untuk mengungkapkan ketidakpuasannya. Strategi yang efektif diperlukan untuk menangani keluhan pelanggan sehingga keluhan yang sama tidak terjadi lagi, serta pelanggan puas terhadap tindak lanjutnya, disamping itu pelanggan juga  tidak  “KAPOK” untuk datang  atau menggunakan produk anda lagi.

Pokok Bahasan:

  • Keluhan dan kepuasan pelanggan
  • Strategi dan metode menghadapi keluhan
  • Analisa dan tindak lanjut  keluhan pelanggan
  • Teknik monitoring dan evaluasi efektifitas tindak Lanjut

Metode Pelatihan:

Penjelasan konsep, diskusi, dan latihan

Peserta yang perlu hadir:

Operation Manager, Area Manager, Logistik & Warehouse Manager, Sales & Marketing Manager, Supervisor, dan front liner lain yang terlibat  dalam operasional

Waktu Pelaksanaan:

Pelatihan dilaksanakan dalam waktu satu (1) hari kerja

Hygiene Dan Sanitasi Bagi Penjamah Makanan

December 24, 2009 by marketing  
Filed under TRAINING ISO, TRAINING ISO 22000

Hygiene dan sanitasi merupakan fondasi awal bagi industri Catering , Restaurant dan Café untuk menghasilkan produk makanan yang aman di konsumsi. Penerapan hygiene dan sanitasi dilakukan untuk keseluruhan proses pengolahan makanan  baik pada bahan baku yang digunakan, selama proses pengolahan, sampai pada proses penyajian  termasuk didalamnya, karyawan dan  lingkungan proses pengolahan makanan.

Penerapan hygiene dan sanitasi sangat dipengaruhi oleh pemahaman karyawan terkait dengan konsep tersebut sehingga dibutuhkan karyawan yang kompeten dibidang tersebut dengan memberikan pelatihan yang memadai dibidang hygiene dan sanitasi.

Proxsis Food & Hygiene Consultants  menyelengarakan pelatihan Hygiene dan sanitasi sesuai dengan surat keputusan No. 715 /MENKES/SK/V/2003 tentang Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Jasa Boga dan No. 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang persyaratan Hygiene dan Sanitasi Restauran dan Rumah Makan.

Pokok  bahasan :

  • Pemahaman  Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 715/MENKES/SK/V/2003 dan No. 1098/MENKES/SK/VII/2003
  • Penerapan persyaratan Hygiene dan Santasi
  • Cleaning dan Sanitasi
  • Sistem  Keamanan Pangan HACCP
  • Tata cara mendapatkan Sertifikat Layak Hygiene

Next Page »